ketika pandangan aku lepaskan
ketika perhatian aku berikan
ketika kegundahan aku adukan
ketika kebahagiaan aku bagikan...
pada dia selain-Nya,
ketika itu pula aku tersadar; bahwa langkahku telah melenceng dari aturan.
Dan benar lah tentang ancamanNya; semua akan berujung pada keresahan..
Gelisah yang tak berkesudahaan, buah dari kekhilafan..
Sekali lagi, ketenangan tak akan datang beriringan dengan kemaksiatan..
Berkatalah aku pada diriku sendiri,
Cobalah bercermin, tanya pada sosok yang ada di cermin;
"jujur pada matamu, apa yang telah kau pandang?, jujur pada telingamu, apa yang telah kau dengarkan?, jujur pada mulutmu, apa yang telah kau ucapkan?, jujur pada hatimu, apa yang telah kau angankan?
Diam lah sejenak,
ijinkan hati kecilmu memusabahi segala kealpaan dan kebodohan yang menyulutkan kecemburuan dari Sang Maha Penyayang,"
kini, aku mengharap yang terbaik, bukan menurutku, tapi menurut Dia..
Aku yakin...saat Allah membenci suatu khilaf hamba-Nya, sesungguhnya Allah tetap menjadi yang paling mencintai kita. Karna, cinta Allah akan selalu ada tuk hamba yang mau kembali pada-Nya.
Meski tak mudah untuk kaki ini melangkah,
tapi aku harus tetap berbalik arah, kembali kepada-Nya..
Dan tuk kini,
Biarkan aku dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
Wallahu a'lam bish-shawabi.
*sincerely, its note to Myself*
-dii-
ketika perhatian aku berikan
ketika kegundahan aku adukan
ketika kebahagiaan aku bagikan...
pada dia selain-Nya,
ketika itu pula aku tersadar; bahwa langkahku telah melenceng dari aturan.
Dan benar lah tentang ancamanNya; semua akan berujung pada keresahan..
Gelisah yang tak berkesudahaan, buah dari kekhilafan..
Sekali lagi, ketenangan tak akan datang beriringan dengan kemaksiatan..
Berkatalah aku pada diriku sendiri,
Cobalah bercermin, tanya pada sosok yang ada di cermin;
"jujur pada matamu, apa yang telah kau pandang?, jujur pada telingamu, apa yang telah kau dengarkan?, jujur pada mulutmu, apa yang telah kau ucapkan?, jujur pada hatimu, apa yang telah kau angankan?
Diam lah sejenak,
ijinkan hati kecilmu memusabahi segala kealpaan dan kebodohan yang menyulutkan kecemburuan dari Sang Maha Penyayang,"
kini, aku mengharap yang terbaik, bukan menurutku, tapi menurut Dia..
Aku yakin...saat Allah membenci suatu khilaf hamba-Nya, sesungguhnya Allah tetap menjadi yang paling mencintai kita. Karna, cinta Allah akan selalu ada tuk hamba yang mau kembali pada-Nya.
Meski tak mudah untuk kaki ini melangkah,
tapi aku harus tetap berbalik arah, kembali kepada-Nya..
Dan tuk kini,
Biarkan aku dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
Wallahu a'lam bish-shawabi.
*sincerely, its note to Myself*
-dii-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar