*Menghela nafas*
Bismillahirahmanirrahim
Tulisan ini agak beda, tak banyak kiasan seperti tulisan-tulisan sebelumnya. Dan ini tentang mengapa akhirnya saya mengambil keputusan yang sedikit berpengaruh dalam EQ saya sekarang. Semoga Allah ridhoi dan berkahi setiap langkah saya. Allahumma Aamiin
Ini berawal dari keputusan saya keluar dari 2 group sejenis ODOJ. Mungkin lebih pas disebut adiknya ODOJ, hehe. karna beban tanggungjawabnya lebih ringan. Kedua group itu adalah 'One Week One Juz' dan 'One Day One Sheet with Translete'.
Jujur saya memilih keluar dari group bukan karna tidak nyaman dengan anggotanya, atau beban terhadap tanggungjawabnya. Mereka semua In Syaa Allah positif. Mengingatkan tuk baca Qur'an (sesuai tugas yang ditentukan), dan kerap menyemangati siapapun anggota yang belum bisa menyelesaikan tugas tersebut. Semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan pahala yang berlipat ganda, sahabat :')
Namun, ada sedikit gejolak di hati saat membaca pemaparan dari postingan seorang odojers ke FB group salafi dengan kata-kata yang terlihat sedikit marah. Intinya, mereka menyayangkan artikel kritikan seorang salafi tentang gerakan ODOJ. Di post tersebut juga melampirkan artikel kounter terhadap artikel kritikan. Dengan judul, "ODOJ, katanya riya, benarkah?".
Sungguh saya seseorang yang masih cacat ibadah, fakir ilmu, awam pengalaman. Jadi, tak punya kapasitas dan tak akan mencela siapapun. Baik penulis artikel maupun odojers. Saya berdoa semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT :')
Disini saya tidak katakan kritikan itu benar, atau men-judge salah. Semua punya alasan yang In Syaa Allah baik. Wahai sahabat yang dikritik, bukankan cinta terhadap saudaranya bisa dilakukan dengan mengingatkan? Wahai sahabat pengkritik, bukankah cinta terhadap saudaranya bisa dilakukan dengan berhuznudzon? dari lubuk hati terdalam, si dhaif ini sedih ketika kitikan dan kounter terhadap kritikan berujung pada pembelaan terhadap manhaj masing-masing. Dan akhirnya muncul beberapa komen tak bertanggungjawab yang saling menghina satu sama lain. Tiba-tiba saya teringat nasehat Ustad Khalid Basalamah, "SAUDARAKU, SESUNGGUHNYA ISLAM SATU, KIAYI KITA SATU YAITU NABI MUHAMMAD SAW,"
Saya percaya, tak ada satupun manusia di Bumi ini (sejenius apapun) yang mampu membaca niat seseorang. Sungguh hanya Allah yang Maha Mengetahui. Dan keyakinan berkata, niat sahabat ODOJ In Syaa Allah baik. Ingin menjadikan gerakan tersebut sebagai ladang amal dan wadah tuk berlomba-lomba dalam kebaikan.
Tapi tak dipungkiri saya bersyukur telah Allah arahkan tuk mengetahui hal ini. Seperti diingatkan untuk memuhasabahi niat di hati. Saya ingin berusaha menjawab pertanyaan yang tiba-tiba menyergap di otak ini, "Ikhlaskah saya membaca firman Allah? Atau selama ini saya mampu menunaikan karna saya gabung di group yang membuat saya berkomit menyelesaikannya tiap hari?
Bismillahirahmanirrahim
Tulisan ini agak beda, tak banyak kiasan seperti tulisan-tulisan sebelumnya. Dan ini tentang mengapa akhirnya saya mengambil keputusan yang sedikit berpengaruh dalam EQ saya sekarang. Semoga Allah ridhoi dan berkahi setiap langkah saya. Allahumma Aamiin
Ini berawal dari keputusan saya keluar dari 2 group sejenis ODOJ. Mungkin lebih pas disebut adiknya ODOJ, hehe. karna beban tanggungjawabnya lebih ringan. Kedua group itu adalah 'One Week One Juz' dan 'One Day One Sheet with Translete'.
Jujur saya memilih keluar dari group bukan karna tidak nyaman dengan anggotanya, atau beban terhadap tanggungjawabnya. Mereka semua In Syaa Allah positif. Mengingatkan tuk baca Qur'an (sesuai tugas yang ditentukan), dan kerap menyemangati siapapun anggota yang belum bisa menyelesaikan tugas tersebut. Semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan pahala yang berlipat ganda, sahabat :')
Namun, ada sedikit gejolak di hati saat membaca pemaparan dari postingan seorang odojers ke FB group salafi dengan kata-kata yang terlihat sedikit marah. Intinya, mereka menyayangkan artikel kritikan seorang salafi tentang gerakan ODOJ. Di post tersebut juga melampirkan artikel kounter terhadap artikel kritikan. Dengan judul, "ODOJ, katanya riya, benarkah?".
Sungguh saya seseorang yang masih cacat ibadah, fakir ilmu, awam pengalaman. Jadi, tak punya kapasitas dan tak akan mencela siapapun. Baik penulis artikel maupun odojers. Saya berdoa semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT :')
Disini saya tidak katakan kritikan itu benar, atau men-judge salah. Semua punya alasan yang In Syaa Allah baik. Wahai sahabat yang dikritik, bukankan cinta terhadap saudaranya bisa dilakukan dengan mengingatkan? Wahai sahabat pengkritik, bukankah cinta terhadap saudaranya bisa dilakukan dengan berhuznudzon? dari lubuk hati terdalam, si dhaif ini sedih ketika kitikan dan kounter terhadap kritikan berujung pada pembelaan terhadap manhaj masing-masing. Dan akhirnya muncul beberapa komen tak bertanggungjawab yang saling menghina satu sama lain. Tiba-tiba saya teringat nasehat Ustad Khalid Basalamah, "SAUDARAKU, SESUNGGUHNYA ISLAM SATU, KIAYI KITA SATU YAITU NABI MUHAMMAD SAW,"
Saya percaya, tak ada satupun manusia di Bumi ini (sejenius apapun) yang mampu membaca niat seseorang. Sungguh hanya Allah yang Maha Mengetahui. Dan keyakinan berkata, niat sahabat ODOJ In Syaa Allah baik. Ingin menjadikan gerakan tersebut sebagai ladang amal dan wadah tuk berlomba-lomba dalam kebaikan.
Tapi tak dipungkiri saya bersyukur telah Allah arahkan tuk mengetahui hal ini. Seperti diingatkan untuk memuhasabahi niat di hati. Saya ingin berusaha menjawab pertanyaan yang tiba-tiba menyergap di otak ini, "Ikhlaskah saya membaca firman Allah? Atau selama ini saya mampu menunaikan karna saya gabung di group yang membuat saya berkomit menyelesaikannya tiap hari?
Saya si bodoh yang bacaan Qur'annya berantakan dan buta ilmu tajwid ini sedang berusaha menyelami hati sendiri. Mampukan saya rutin baca Qur'an tanpa bergabung dengan group tertentu? Bisakah saya konsisten dengan kewajiban saat hanya Allah yang tau? Saat tak ada satu orang pun yang memantau.
Saya menghela nafas panjang, melempar pandangan ke depan, dan berpikir sejenak.Tiba-tiba dada saya sesak. Kantung mata seolah tak kuat membendung air yang ingin tumpah. Tak berapa lama pipi pun basah. Sembari sesekali mengusap pipi, saya beristighfar...
Saya menghela nafas panjang, melempar pandangan ke depan, dan berpikir sejenak.Tiba-tiba dada saya sesak. Kantung mata seolah tak kuat membendung air yang ingin tumpah. Tak berapa lama pipi pun basah. Sembari sesekali mengusap pipi, saya beristighfar...
Alhamdulillah, saya seperti mendapat ketenangan. Semoga airmata itu karna keridhoan Allah atas keputusan saya. Saya keluar dari groUp yang isinya orang-orang yang penuh semangat berkebaikan, Masyaa Allah :')
Sahabat, jauh dalam lubuk hati ini berdoa, semoga Allah lembutkan hati kita. Dia tanamkan indahnya ukhuwah tanpa ada alasan apapun selain karna Dia. Semoga Dia ridho atas niat dan amal ibadah kita di dunia,"
Nasihat Al Imam Fudhail bin 'Iyadh Rahimullah, "Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya' sedangkan beramal karena manusia adalah kesyirikan, adapun yang namanya ikhlas adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya,"
Semoga Allah menyelamatkan kita dari riya' dan kesyirikan, Allahumma Aamiiin.
Sahabat, jauh dalam lubuk hati ini berdoa, semoga Allah lembutkan hati kita. Dia tanamkan indahnya ukhuwah tanpa ada alasan apapun selain karna Dia. Semoga Dia ridho atas niat dan amal ibadah kita di dunia,"
Nasihat Al Imam Fudhail bin 'Iyadh Rahimullah, "Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya' sedangkan beramal karena manusia adalah kesyirikan, adapun yang namanya ikhlas adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya,"
Semoga Allah menyelamatkan kita dari riya' dan kesyirikan, Allahumma Aamiiin.
Wallahu a'lam bish-shawabi.
*sincerely, its note to Myself*
-dii-
Saya juga
BalasHapus