Saat saya memutuskan menyalakan
laptop dan menulis malam ini, hal yang terlintas dipikirkan saya adalah saya
ingin bercerita sedikit tentang saya. Mungkin tidak ada yang mau tau juga
tentang saya. Cuma, ya namanya pengen
nulis ya suka-suka saya dong, ya (apasih, jadi aneh kalimatnya). Hmm baiklah…
Nama saya Dian Paramitha, akrab
disapa dian. Seiring bertambah usia, meluasnya pergaulan, dan banyaknya teman, panggilan pun
makin beragam. Ada didi, acha, ino, dipa, dan terakhir ini ada seorang kawan
yang memanggil saya madu, hehe.. Semua panggilan ada sejarahnya, tapi rasanya
tak perlu diijabarkan ya sejarah masing-masing sapaan tersebut.
Saya dilahirkan dari rahim
seorang perempuan bernama Maghdora Sylviani, Ayah saya bernama Syaifuddin Nur.
Saya anak ke-4 dari 4 bersaudara. Masing-masing kakak saya bernama, Miranti,
Moan, Mahrindra. Kok diawali huruf “m” semua? Kok nama kamu doang yang berawal
dari huruf “d”?. Hmm dulu saya juga sempat kepikiran dan bertanya-tanya, kenapa yaa? Hmm ada apa yaa?. Tapi, apalah
arti sebuah huruf depan nama bila daun yang jatuh saja tidak pernah membenci
angin (oke, saya tau kalau perumpamaannya tidak pas).
Sejak kecil saya tinggal di rumah
opung (sapaan untuk kakek bagi suku Batak). Tepatnya sejak ayah dan mama pisah.
Untuk mengurangi biaya hidup, mama memutuskan membawa anak-anaknya tinggal
bersama opung. Disana mama juga berperan sebagai ibu rumah tangga, karena opung
haji(sapaan untuk nenek kami) sudah meninggal. Jadi, mama yang mengurus
keperluan opung sehari-hari. Sebenarnya sampai detik ini kami masih tinggal di
rumah opung.Ya, bisa dikatakan kami tumbuh besar di rumah sederhana itu.
TO BE CONTINUE...........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar