Senin, 13 Januari 2014

S A Y A


Saat saya memutuskan menyalakan laptop dan menulis malam ini, hal yang terlintas dipikirkan saya adalah saya ingin bercerita sedikit tentang saya. Mungkin tidak ada yang mau tau juga tentang saya. Cuma,  ya namanya pengen nulis ya suka-suka saya dong, ya (apasih, jadi aneh kalimatnya). Hmm baiklah…

Nama saya Dian Paramitha, akrab disapa dian. Seiring bertambah usia, meluasnya  pergaulan, dan banyaknya teman, panggilan pun makin beragam. Ada didi, acha, ino, dipa, dan terakhir ini ada seorang kawan yang memanggil saya madu, hehe.. Semua panggilan ada sejarahnya, tapi rasanya tak perlu diijabarkan ya sejarah masing-masing sapaan tersebut.

Saya dilahirkan dari rahim seorang perempuan bernama Maghdora Sylviani, Ayah saya bernama Syaifuddin Nur. Saya anak ke-4 dari 4 bersaudara. Masing-masing kakak saya bernama, Miranti, Moan, Mahrindra. Kok diawali huruf “m” semua? Kok nama kamu doang yang berawal dari huruf “d”?. Hmm dulu saya juga sempat kepikiran dan bertanya-tanya,  kenapa yaa? Hmm ada apa yaa?. Tapi, apalah arti sebuah huruf depan nama bila daun yang jatuh saja tidak pernah membenci angin (oke, saya tau kalau perumpamaannya tidak pas).


Sejak kecil saya tinggal di rumah opung (sapaan untuk kakek bagi suku Batak). Tepatnya sejak ayah dan mama pisah. Untuk mengurangi biaya hidup, mama memutuskan membawa anak-anaknya tinggal bersama opung. Disana mama juga berperan sebagai ibu rumah tangga, karena opung haji(sapaan untuk nenek kami) sudah meninggal. Jadi, mama yang mengurus keperluan opung sehari-hari. Sebenarnya sampai detik ini kami masih tinggal di rumah opung.Ya, bisa dikatakan kami tumbuh besar di rumah sederhana itu. 


TO BE CONTINUE...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar