Mengapa kita harus melihat pekatnya malam sebelum menyongsong pagi yang cerah?
Mengapa kita harus merasakan lebatnya hujan sebelum menikmati elok pelangi di hamparan mega?
Mengapa kita harus tahan dengan ulat sebelum dapat menyaksikan pesona sayap kupu-kupu yang merekah?
Mengapa?
Semua seakan mengingatkan,
Bahwa ada hal yang tidak kita suka, padahal bisa jadi lebih baik di akhir,
Bahwa ada hal yang Allah rancang sebagai misteri, dan memaksa kita mematri sabar serta syukur di hati.
Setidak-tidak sukanya kita terhadap sesuatu yang terjadi, esok In Syaa Allah kita akan mengerti, bahwa rencana Allah adalah terbaik.
Sadarlah,
Kita mahluk yang serba tidak tau,
Bahkan seperti apa kita beberapa detik lagi kita tidak tau.
Percayakan semua pada Sang Maha Tau
Wallahu a'lam bish-shawabi.
*sincerely, its note to Myself*
-dii
*sincerely, its note to Myself*
-dii
Tidak ada komentar:
Posting Komentar