Ada satu ruang di hati yang kini terasa bak dibelati,
Sungguh perih membayangkan insan yang kehilangan haknya sebagai
makhluk mulia di Bumi.
Kala Orangtua tersedu mendapati anaknya biru membeku.
Kala Istri menjadi saksi Sang Imam dieksekusi tanpa belas
kasih.
Kala ‘Malaikat Kecil ’berlari, menjerit, menangis, dan
bertanya tentang apa yang sedang terjadi.
Tangisan.. ketakutan.. kepedihan..
Lalu, bagaimana kami disini? Adakah yang tengah kami perjuangkan?
O Yaa Allah, ampuni kami.. ampuni sikap diam kami..
Kami yang tak peduli
dengan tangisan mereka, padahal kami saudara seiman.
Kami yang tak tergerak menghapus kepedihan mereka, padahal
kami sesama makhluk Tuhan.
Kami yang menutup mata hati tatkala ketakutan menyelimuti
mereka, padahal (seharusnya) kami insan yang punya perasaan.
Sadarkan kami Yaa Rabb.. sadarkan kami tentang satu hal,
bahwa;
MEREKA TAK BUTUH PERTOLONGAN KAMI, TAPI KAMI YANG
MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN MEREKA.
Ke-syahid-an mereka adalah kebahagian bagi mereka..
Namun, ketidakpedulian kami atas mereka, akan menjadi
kesengsaraan kami di Akhirat..
Ridhoi kami memiliki satu ruang di Hati ini, Ya Rabb.. Ruang yang penuh dengan kepedulian dan cinta Lillahi Ta’ala.
"Allahummanshur ikhwaananal mujaahidiina fii Syria wa fii kulli makaan. Ya Rabbal Mustadh'afiin. Ya Rabbal 'Arsyil 'Azhim"
"Allahummanshur ikhwaananal mujaahidiina fii Syria wa fii kulli makaan. Ya Rabbal Mustadh'afiin. Ya Rabbal 'Arsyil 'Azhim"
Wallahu a'lam bish-shawabi.
*sincerely, its note to Myself*
-dii-
*sincerely, its note to Myself*
-dii-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar